(statmen dikeluarkan oleh Samuel Sweimer, Direktur Organisasi dan Misi pada Konferensi Missionaris dikota Quds pada tahun 1935).
- A. REMAJA DAN PORNOGRAFI
Masa remaja adalah masa dimana organ-organ reproduksi sudah mulai
bekerja dan nafsu seksual sudah tumbuh. Hal inilah yang menjadikan
psikologi remaja suka ingin tahu tetek bengek segala hal yang berbau
seksual. Sayangnya, sejauh ini banyak pihak yang belum peduli untuk
memberi informasi yang sehat tentang seks kepada remaja.
Orangtua sendiri tak sedikit yang masih menganggap seks sebagai
sesuatu yang tabu, sehingga mereka tak pernah memberikan informasi yang
sehat tentang seks kepada anaknya(remaja). Atau karena mereka sendiri
miskin informasi tentang seks dan tak tau bagaimana mengkomunikasikan
seks yang baik kepda anak. Karenanya, untuk memenuhi keingintahuannya
yang besar tentang seks, seringkali remaja mencari alternatif dengan
menikmati pornografi secara sembunyi-sembunyi, baik sendirian maupun
dengan teman-teman mereka.
SURVEY REMAJA
Hasil survei Komisi Perlindungan Anak (KPA) terhadap 4.500 remaja
mengungkap, 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi
dan 93 persen pernah berciuman bibir.
Survei yang dilakukan di 12 kota besar belum lama ini, juga
menunjukkan 62,7 persen responden pernah berhubungan badan dan 21 persen
di antaranya telah melakukan aborsi. Hasil survei di atas dikuatkan
dengan fakta, puluhan siswa SMP di Bandung, Jawa Barat, telah berprofesi
menjadi pekerja seks komersial (PSK). Yang lebih mencengangkan, data
yang dihimpun program Save The Children Jawa Barat ini, menunjukkan di
antara para PSK remaja tersebut cukup dibayar dengan pulsa telepon
selular.
Fenomena ini cukup menjadi alasan kuat semua pihak untuk mencemaskan
masa depan generasi penerus bangsa. Kepala Badan Koordinasi Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menyatakan, fenomena ini
menunjukkan remaja mengetahui proses reproduksi hanya sebatas hubungan
badan.
“Mereka tidak paham betul apa itu kesehatan reproduksi. Jadi melakukannya pun hanya untuk bersenang-senang,” jelas Giri kepada okezone.
Data diatas memberi gambaran kepada kita, bahwa sudah sejak lama pornografi akrab dengan dunia remaja.
“Seksual aktif di kalangan remaja adalah realitas yang tidak bisa
dipungkiri. Tingginya remaja yang melakukan seks pranikah di rumah
karena orangtua merasa aman kalau membiarkan anaknya ada di rumah
sendiri, sehingga tidak terlalu diawasi. Padahal, remaja paling banyak
melakukannya di rumah,” ujar Dr Sudibyo Alimoeso, MA, Deputi
Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, dalam acara temu
media di Gedung BKKBN Pusat, Jakarta.
Menurut Dr Sudibyo, kebanyakan remaja awalnya melakukan hubungan seks
pranikah hanya karena coba-coba dan penasaran. Ini terjadi karena
kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksual yang dimiliki
remaja.Selain itu, kurangnya pengawasan orangtua di rumah juga
seringkali membuat remaja merasa nyaman dan aman untuk melakukan
hubungan seks pranikah.
“Ini juga karena pengetahuan orangtua yang tidak cukup untuk
berkomunikasi tentang seksualitas dengan anak. Anak seharusnya
mendapatkan informasi yang tepat dari orangtua agar dia tidak
mendapatkan informasi yang salah dari luar, karena menurut survei
kebanyakan remaja dapat informasi tentang seks dari temannya,” jelas Dr Sudibyo.
- B. BAHAYA PORNOGRAFI BAGI REMAJA
Pornografi adalah barang haram. Setiap yang haram pasti memiliki
keburukan dan bahaya. Allah SWT berfirman: “Yaitu mereka yang mengikuti
rasul, dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka
dari yang munkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, dan
mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, serta melepaskan berbagai
beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS Al-Araf: 157)
Layaknya kecanduan bahan kimia, pecandu pornografi cenderung
menggantikan sesuatu hal yang penting dengan seks atau bentuk lain dari
pornografi. Orang yang kecanduan pornografi biasanya menggunakan media
seperti majalah, video porno atau yang paling sering adalah internet.
Pornografi memiliki bahaya yang sangat besar, terutama para remaja.
Psikologi remaja yang masih labil dan adanya pertumbuhan hormon-hormon
seksual pada diri remaja,menjadikan pornografi memiliki bahaya(dampak
negatif) yang sangat besar terhadap remaja. Diantara bahaya dan dampak
negatif pornografi itu adalah:
- 1. Terjerumus Dalam Kemaksiatan Seksual (Onani)
Pornografi yang mengeksploitasi seks secara vulgar akan menjadi
perangsang nafsu seks remaja yang memang sudah berkobar-kobar. Bila
diibaratkan, nafsu seks dimasa remaja itu seperti rumput kering yang
tersiram bensin. Sedikit ada percikan api, maka rumput akan segera
terbakar. Begitu halnya pula dengan nafsu seks remaja, sedikit ada
perangsang, maka nafsu itu akan berkobar-kobar dan akan mencari
pelampiasannya. Pelampiasan itu seringkali dengan cara melakukan: ONANI
Onani atau di kalangan ulama disebut istimna’, adalah mengeluarkan
air mani (sperma) dengan tangannya untuk memenuhi hasrat seksual.
Psikolog Kensey seperti dikutip Abu Al-Ghifari (2002:74) berpendapat,
onani merupakan suatu bentuk rangsangan yang dilakukan dengan sengaja
pada diri sendiri untuk memperoleh kepuasan erotik. Rangsangan tidak
hanya bersifat taktik(berkaitan dengan sentuhan atau rabaan), melainkan
juga berkaitan dengan psikis. Burt menambahkan, objek utama rangsangan
perempuan pada klitoris, sedangkan pada pria adalah penis.
Onani sering juga disebut masturbasi. Masturbasi berasal dari bahasa latin, mastur yang berarti “tangan”, dan batio
yang berarti “menodai”. Masturbasi dilihat dari asal usul katanya
berarti “menodai diri sendiri dengan tangan”. Dari sini diperoleh
pengertian, masturbasi adalah” pemuasan kebutuhan seksual terhadap diri
sendiri dengan menggunakan tangan”.
Onani sering dilakukan remaja. Kartini Kartono dalam bukunya
Psikologi Wanita menyatakan, bahwa hampir 90% remaja pernah/sering
melakukan onani.
Lalu, apa pendorong terbesar mereka melakukan onani? Terbukti film
porno/video porno menduduki peringkat pertama yang menjadi pendorong
mereka melakukan onani. Paling tidak itulah hasil dari polling majalah
Hai yang menyebutkan, pendorong terbesar untuk melakukan onani adalah
karena menonton film bokep (blue film) yaitu 95 suara. Selebihnya karena
melihat cewek berdandan seksi dan karena dorongan nafsu alias horny.
- a. Hukum Onani
Onani adalah bentuk kemaksiatan seksual. Kebanyakan ulama
mengharamkan perilaku ini. Madzhab Maliki, madzhab Syafii, Madzhab
Hanafi, satu riwayat dari imam ahmad, syekh islam Ibnu Taimiyyah, Ibnu
Baz dan lain sebagainya juga menyatakan haram melakukan onani. Orang
yang mengelurkan sperma dengan tangannya berarti telah mencari
penyaluran nafsu syahwatnya dengan ‘mencari dibalik itu’, maka hukumnya
haram. Ada hadis shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dimana
Rasulullah bersabda:
“Bagian manusia dari zina ditulis. Ia mengetahui hal itu dan
tanpa mustahil. Zina kedua mata adalah telanjang, kedua telinga dengan
pendengaran, lidah berzina dengan perkataan, tangan dengan menyentuh, kaki dengan melangkah. Hati berhasrat dan berkeinginan dan hal itu dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- b. Bahaya Onani
Onani atau masturbasi adalah suatu kemaksiatan. Karenanya ia termasuk
perbuatan dosa. Dan setiap kemaksiatan atau perbuatan dosa, akan dapat
mendatangkan malapetaka atau musibah bagi pelakunya.
Ibnu Qayyim berkata: “Setiap musibah, bencana, nasib sial, dan
kekurangan, baik didunia maupun diakhirat, penyebabnya adalah perbuatan
dosa dan tidak melaksanakan perintah Allah.”
Bila diklasifikasi, bahaya onani ada 3:
1) Bahaya Terhadap Rohani.
Orang yang terperangkap dalam belenggu aktivitas onani sulit sekali
untuk menjadi pribadi yang istiqomah. Ia akan menjadi pribadi yang
lemah, dan tidak mampu membebaskan dirinya dari belenggu nafsu. Hidupnya
akan dirantai nafsu birahi. Karenanya ia akan mudah meremehkan
amal-amal ibadah.
2) Bahaya Terhadap Kesehatan
Secara medis, onani disebut juga sebagai melakukan tindakan mekanis
terhadap penis. Tindakan ini bisa membuka kulit penis jadi rusak dan
menjadi awal masuknya bibit penyakit. Dalam taraf yang lebih parah,
menurut Dr.Rainy Hadi Umbas, Ph.D,SpU (2004), lecet bisa menjadi borok! Ini dinamakan penyakit ulkus banal.
Kalaupun tidak menjadi lecet, onani akan menjadikan kulit penis menebal. Penebalan kulit penis yang biasa disebut fibrosis yang
terjadi akibat gerakan mekanis yang terus menerus akan membuat struktur
kulit lama-lama jadi berubah. Keadaan ini berpeluang menjadikan
kepekaan saraf-saraf disekitar penis berkurang. Sehingga sensitivitas
penis terhadap rangsangan pun akan berkurang. Kondisi ini akan
menyikasa, karena kelak alat kelamin akan mudah melemah saat melakukan
hubungan seks suami istri.
Tidak itu saja, sebagaimana dikemukakan Shaleh Tamimi (2003:26),
onani juga bisa menyebabkan kelenjar otak menjadi lemah, sehingga daya
pikir menjadi semakin berkurang, daya paham menurun dan daya ingat juga
melemah. Selain itu, penglihatan juga semakin berkurang ketajamannya
karena mata tidak lagi normal seperti semula.
3) Bahaya Terhadap Kejiwaan (Psikologis)
Secara psikis, onani membuat pelakunya merasa bersalah. Menurut
polling, paling tidak 69 suara mengaku merasa bersalah setelah melakukan
onani. Perasaan bersalah ini akan semakin hebat bila ia tumbuh
dilingkungan keluarga atau masyarakat yang memegang teguh norma-norma
agama.
Onani juga berefek pada pikiran. Misalnya tidak bisa konsentrasi,
atau pikiran jadi mudah terbawa pada apa yang disebut “piktor” alias
pikiran kotor. Onani yang berlebihan juga menyebabkan urat saraf tidak
stabil, kepercayaan diri akan sirna, menjadi pribadi pemalu dsb.
4) Terperangkap Dalam Penjara Ketagihan yang Merusak
Bukan hanya narkoba yang mengandung zat adiksi, pornografi juga
membuat penikmatnya ketagihan/kecanduan. Bagi remaja, kecanduan situs
porno (cybersex) akan membuat ritme belajar menjadi kacau. Secara umum,
kecanduan situs porno akan berdampak negatif terhadap karakter
seseorang. Berdasarkan penelitian Bingham dan Piotrowski dalam Psychological Report berjudul On-line Sexual Addiction menyebutkan, karakter orang yang kecanduan cybersex adalah:
- Keterampilan sosial tidak memadai
- Lebih memilih bergelut dengan fantasi yang bersifat seksual
- Asyik berkomunikasi dengan figur-figur ciptaan hasil imajinasinya sendiri,
- Tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak mengakses situs porno dan lupa waktu.
Bahaya atau dampak negatif bagi remaja, kecanduan cybersex akan
menjadikan remaja yang tidak gaul (kurang bersosialisasi) dan kuper,
remaja yang hidupnya selalu dirantai birahi, suka mengkhayal/berfantasi
seksual, serta waktu dalam hidupnya akan terbuang percuma untuk sesuatu
yang tidak produktif, bahkan dapat bersifat destruktif alias dapat
merusak diri dan masa depannya.
5) Terhempas Dalam Lembah Pergaulan Bebas (Freesex)
Adapun tanda-tanda anak/remaja yang kecanduan pornografi Setidaknya
ada delapan tanda seorang anak atau remaja yang keranjingan gambar, film
atau materi berbau pornografi:
1. Suka menyendiri
2. Bicara tidak melihat mata lawan bicara
3. Prestasi di sekolah menurun
4. Suka berbicara jorok
5. Berperilaku jorok (menarik tali bra, menyenggol dengan sengaja bagian-bagian tubuh tertentu, dll)
6. Suka berkhayal tentang pornografi
7. Banyak minum dan banyak pipis
8. Suka menonton, bila dihentikan akan mengamuk (tantrum).
- C. SELAMATKAN GENERASI DARI BAHAYA PORNOGRAFI!
Bahaya Pornografi Internet
Yang lebih memprihatinkan adalah bila seorang anak ketagihan
pornografi di Internet. Dalam seminggu ada lebih dari 4000 situs porno
dibuat! Benar-benar angka yang memprihatinkan. Ini tidak hanya melanda
anak-anak, kerena banyak orang dewasa yang juga ketagihan pornografi di
Internet karena dengan mudah dan tanpa malu, seseorang dapat mengakses
dan melihat gambar-gambar porno bahkan melalui telepon genggam.
Awalnya, mungkin seorang anak tidak berniat untuk melihat pornografi
dan akan memanfaatkan Internet untuk tujuan yang baik. Tetapi situs
porno ini dapat muncul secara tiba-tiba saat seorang anak mencari bahan
informasi untuk tugas sekolahnya atau untuk keperluan lainnya. Seorang
anak yang masih lugu belum dapat menilai baik atau buruknya suatu hal,
maka seorang anak usia 8-12 tahun sering menjadi sasaran.
Pada usia ini, otak depan seorang anak belum berkembang dengan baik.
Sedangkan otak depan adalah pusat untuk melakukan penilaian, perencanaan
dan menjadi eksekutif yang akan memerintahkan tubuh untuk melakukan
sesuatu. Pada otak belakang merupakan pendukung dari otak depan. Di sini
juga dihasilkan dopamin, yaitu hormon yang menghasilkan perasaan
nyaman, rileks atau fly pada seseorang.
Seorang anak yang kecanduan akan sulit menghentikan kebiasaannya
sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat
merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada
orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan
cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat
normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak
dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik.
Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu,
gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat
dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang
cukup lama.
Teknologi adalah salah satu media yang dapat membantu manusia untuk
dapat hidup lebih baik, namun jika teknologi tersebut disalahgunakan
maka dapat menghancurkan penggunanya. Internet yang adalah salah satu
bagian dari teknologi yang dianggap sangat penting dalam mengakses
informasi dan sarana untuk berkomunikasi, tetapi sekaligus dapat menjadi
senjata makan tuan jika tidak dimanfaatkan secara bijaksana.
Berdasarkan hasil survey, Indonesia berada pada urutan ke tujuh (7)
pengunduh film porno terbesar di dunia. Pengunduh situs porno di
Indonesia, didominasi oleh pemuda, remaja bahkan anak dibawah umur.
Kebanyakan situs porno di unduh melalui warnet (warung internet), karena
mereka takut ketahuan oleh orang tua jika mereka melakukannya di rumah.
Tidak heran jika kejahatan seksual yang dilakukan oleh remaja dan
anak dibawah umur semakin marak terjadi belakangan ini. Berbagai dampak
buruk dari kegiatan menonton film porno bagi anak dibawah umur adalah
rusaknya mental dan moral yang berimbas pada kejahatan-kejahatan seksual
seperti maraknya pemerkosaan, hamil di luar nikah, penyakit kelamin,
dan berbagai dampak buruk lainnya. Dari kebiasaan menonton, kemudian
ingin coba-coba, kecanduan bahkan tidak sedikit dari mereka yang mencoba
membuat video cabul sendiri demi mengabadikan aktifitas seks bersama
pasangan.
Banyaknya kasus video mesum yang melibatkan remaja dan anak dibawah
umur yang beredar di internet belakangan ini, adalah salah satu contoh
konkrit dari kerusakan moral yang diakibatkan oleh kegiatan menonton
film porno. Karena terinspirasi oleh film yang mereka tonton, maka
kegiatan seks bebas mulai mereka lakoni. Tercatat 70 ribu situs porno
dan 32 situs porno baru setiap harinya, dan diperkirakan sekitar 2 video
porno diproduksi di Indonesia. Konon sudah lebih dari 500 judul film
porno lokal beredar di Indonesia, dengan peredaran uang yang sedikitnya
mencapai Rp 19,6 miliar. Indutri pornografi makin marak tentunya karena
bisnis ini sangat menggiurkan. Dari 500 file film porno lokal yang
tersebar di internet, berikut adalah jenis tipe tayangannya:
1. Pasangan anak muda yang sedang berpacaran Video cabul yang
melibatkan sepasang anak muda yang sedang memadu cinta adalah rekaman
terbanyak yang dijumpai di Internet. Sekitar 300 file yang sempat
diteliti menampilkan adegan sex antar pasangan-pasangan muda SMA hingga
mahasiswa.
2. Pasangan selingkuh Pasangan ini sebenarnya sulit
dideteksi, namun analisa dari sound, dialog dan tehnik perekaman gambar
dapat memberikan kita keterangan bahwa pasangan yang sedang terekam
adegannya adalah pasangan-pasangan selingkuh.
3. Sex party Jenis tayangan ini hanya sekitar 10% dari total
file yang berhasil dianalisa. Biasanya melibatkan wanita tuna susila dan
para hidung belang yang gemar melakukan sex party bersama-sama.
4. Crime dan perkosaan Video jenis ini lebih sedikit,
pelakunya dipastikan laki-laki yang tega mengabadikan adegan perkosaan
terhadap korban lawan jenisnya.
5. Homo sexual dan lesbian Hanya ada 3 jenis tayangan homo
dan lesbian Indonesia yang tersebar di Internet. Tetapi tidak menutup
kemungkinan akan bertambah dalam kuantitas yang mengagetkan.
Cara Menghindari Bahaya Internet
Internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern.
Melarang anak berinternet seperti melarang anak memakai energi listrik
dan kembali ke zaman batu. Hendaknya jawaban tidak berorientasi kembali
ke masa lalu atau anti-modernisasi. Lalu pertanyaan yang perlu dijawab
juga, Bagaimana melindungi anak dari pornografi internet?
Berbagai bahaya di Internet dan masalah kecanduan Internet bukan
tidak dapat diatasi. Dengan mengetahui dampak negatif dari Internet,
sebagai orang-tua Anda dapat melindungi buah hati Anda dengan melakukan
hal-hal berikut:
- Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang Internet
Jangan mengganggap diri terlalu tua atau terlalu bodoh untuk
mempelajari Internet. Istilah lainnya, jangan gaptek (gagap teknologi).
Seorang anak dapat saja dengan sengaja membiarkan atau membuat orang tua
tidak memahami teknologi sehingga orang tua berpikir tidak ada dampak
negatif dari Internet.
- Letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat
Kadang orang tua merasa bangga dengan dapat meletakkan dalam kamar
anak mereka sebuah komputer yang terhubung Internet. Hal ini sebenarnya
akan membahayakan anak Anda karena mereka dapat leluasa mengakses
situs-situs yang tidak baik tanpa diketahui orang tua. Sebaliknya,
dengan meletakkan di tempat terbuka, misalnya di ruang keluarga, Anda
dapat memantau situs apa saja yang dibuka anak.
- Bantu agar anak dapat membuat keputusan sendiri
Karena Anda tidak dapat mengawasi anak Anda 24 jam, biasakan anak
Anda untuk mengambil keputusan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya,
memutuskan untuk menggunakan pakaian yang mana atau tanyakan pendapat
dan sudut pandang anak. Sehingga saat Anda tidak ada atau saat muncul
situs porno mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. Tanamkan pula
rasa takut akan Tuhan, sehingga walau Anda tidak ada, tetapi dia tahu
bahwa Tuhan memperhatikan dan melihat apa yang dilakukannya.
- Batasi penggunaan Internet
Jangan biarkan anak-anak terlalu asyik di dunia maya. Tetapkan berapa
lama Internet boleh digunakan dan situs apa saja yang boleh diakses.
Jelaskan juga mengapa Anda melakukan hal ini dan bantu anak untuk
memahami keputusan ini.
- Jaga komunikasi yang baik dengan anaka
Luangkan waktu untuk bercanda dengan anak dan berkomunikasi dengan
terbuka. Komunikasi yang baik dan keakraban dengan anak akan memudahkan
Anda untuk menanamkan nilai-nilai moral. Anda dapat menjelaskan kepada
anak Anda apa saja bahaya dari penggunaan Internet agar mereka tidak
mudah terkecoh.
- Memasang software filter pornografi
Untuk mencegah anak-anak mengakses situs porno, orang tua dapat
memasang software filter pornografi, yaitu K9 web protection untuk
menyaring situs-situs porno.
- Cegah penyalahgunaan ponsel
Semakin canggihnya teknologi ponsel semakin mempermudah anak untuk
mengakses berbagai informasi di Internet. Namun, tak jarang ponsel
disalahgunakan untuk mengakses atau menyimpan hal-hal negative, seperti
foto dan video porno. Jangan berikan ponsel mahal dan canggih kepada
anak, berikan ponsel yang tidak berkamera dengan harga 300 ribuan,
dengan fungsi utama untuk telepon dan SMS. Karena ponsel dengan
fitur-fitur canggih akan membuat anak-anak lebih leluasa mengakses
situs-situs negatif.
Semua orang tua tentu menyayangi anak mereka dan berusaha memberikan
yang terbaik. Tetapi pengaruh dari luar, salah satunya bahaya Internet
dapat merusak kecerdasan dan nilai moral anak sehingga Anda perlu
melindungi anak Anda dari bahaya penggunaan Internet seperti pornografi
dan para pemangsa atau predator seksual.
a
